Tampilkan postingan dengan label Cinta Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Alam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Februari 2013

Budidaya dan Perbanyakan Durian


Durian adalah buah tropis, tumbuh di sekitar khatulistiwa hingga ketinggian 800 m dpl., serta menjauh hingga garis lintang 18° di Thailand dan Queensland.
Syarat tumbuh dan pemupukan
Curah hujan yang disukai sekurang-kurangnya 1500 mm, yang tersebar merata sepanjang tahun. Akan tetapi, periode kering 1-2 bulan akan merangsang perbungaan lebih baik. Musim raya buah durian biasa terjadi setelah tahun dengan musim kemarau yang berkepanjangan. Musim panen antara dapat terjadi dengan produksi buah yang biasa-biasa saja.
Tanaman ini memerlukan tanah yang dalam, ringan dan berdrainase baik. Derajat keasaman optimal adalah 6-6,5. Tanah masam, seperti latosol atau podsolik merah kuning memerlukan pengapuran agara tanaman tumbuh baik. Durian muda juga memerlukan lindungan alam, agar pohon atau cabang-cabangnya yang sarat buah tidak patah diterpa angin yang kuat. Muka air tanah tidak boleh kurang dari 150cm karena air tanah yang terlalu rendah berakibat buah kurang manis.
Pemupukan dilakukan dengan membuat parit kecil di sekeliling pohon lalu ditaburi pupuk kimia. Pupuk kandang diberikan pada waktu penanaman bibit. Pemupukan dengan kadar NPK yang sama diberikan segera setelah musim berbuah, sedangkan pemupukan dengan kadar P yang lebih tinggi diberikan setelah flushing selesai untuk mempersiapkan pembungaan.
Penanaman dan pemeliharaan
Penanaman durian secara komersial di perkebunan dilakukan dengan jarak tanam 10 m × 10 m hingga 12 m × 12 m, tergantung dari ukuran tanaman/kultivarnya. Apabila tanaman masih kecil, tumpang sari dapat dilakukan. Pengendalian gulma juga perlu dilakukan.
Pemeliharaan mencakup pemupukan, pemangkasan (pembentukan dan peremajaan), pengairan (bila diperlukan), dan pengendalian hama dan penyakit. Tajuk durian yang baik adalah berbentuk kerucut membulat, dengan cabang utama mendatar ke samping.
Perbanyakan
Perbanyakan durian di desa-desa umumnya dengan menggunakan biji. Perbanyakan dengan biji juga dilakukan untuk memperoleh batang bawah dalam perbanyakan vegetatif. Biji durian bersifat recalcitrant, hanya dapat hidup dengan kadar air tinggi (di atas 30% berat) dan tanpa perlakuan tertentu hanya sanggup bertahan seminggu sebelum akhirnya embrionya mati. Dengan demikian biji harus segera disemaikan setelah buahnya dibuka.
Pohon durian mulai berbuah setelah 4-5 tahun, namun dalam budidaya dapat dipercepat jika menggunakan bahan tanam hasil perbanyakan vegetatif. Teknik-teknik yang dipakai adalah pencangkokan (jarang dilakukan), penyusuan (jarang dilakukan), penyambungan sanding (inarching), penyambungan celah (cleft grafting), atau okulasi (budding). Teknik yang terakhir ini sekarang yang paling banyak dilakukan. Beberapa penangkar sekarang juga menerapkan penyambungan mikro (micrografting). Teknik ini dilakukan pada saat batang bawah masih berusia muda sehingga mempercepat masa tunggu. Tercatat bahwa durian hasil perbanyakan vegetatif mampu berbunga setelah 2-3 tahun.
Durian juga memungkinkan diperbanyak secara in vitro (kultur jaringan).
Hama dan penyakit
Hama yang menyerang durian di antaranya adalah ulat penggerek buah (gala-gala), ulat penggerek bunga, dan kutu loncat durian (menghisap cairan daun muda).
Penyakit utama durian adalah busuk akar dan batang Pythium complectens, mati bibit (juga oleh patogen yang sama), penyakit blendok/kanker Phytophthora palmivora, dan jamur upas yang menyerang batang/cabang.

Sumber  : http://id.wikipedia.org/wiki/Durian

Sabtu, 02 Februari 2013

Reboisasi for Save Earth


Reboisasi adalah suatu bentuk kepedulian kita terhadap alam, alam yang seluas ini apabila tidak dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya maka suatu saat akan mengalami banyak permasalahan terhadap alam ini. Sebagai generasi muda atau generasi penerus bangsa kita wajib menjaga serta melestarikan alam kita. salah satunya dengan reboisasi atau penanaman kembali. Reboi (bahasa Inggris: reforestation) adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul).
Ataupun :

Reboisasi adalah:
Upaya penanaman jenis pohon hutan pada kawasan hutan rusak yang berupa lahan kosong, alang-alang atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi hutan (PP 35/2002).
Kegiatan penanaman atau permudaan pohon-pohon dan/atau jenis tanaman lain dan berbagai kegiatan penunjang di dalam kawasan hutan (hutan negara) dan areal lain yang berdasarkan rencana tata ruang atau tata guna hutan diperuntukkan sebagai hutan (hutan tetap) (Kepmenhut 797/Kpts-II/1998).
untuk memulihkan kembali dan meningkatkan produktivitas kawasan hutan yang kondisinya rusak, kosong dan kritis serta tidak produktif dengan cara menanam pohon-pohon agar dapat berfungsi secara optimal sebagai unsur pengatur tata air serta sebagai perlindungan alam lingkungan (Kepmenhutbun 778/Menhutbun-V/1998).
Permudaan hutan di dalam kawasan hutan yang dilakukan menurut berbagai sistem silvikultur yang berlaku (Kepdirjen RRL 16/Kpts/V/1997).
Manfaat reboisaisi : 
 Reboisasi bergsasiuna untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara, membangun kembali habitat dan ekosistem alam, mencegah pemanasan global dengan menangkap karbon dioksida dari udara, serta dimanfaatkan hasilnya (terutama kayu). Salah contoh upaya reboisasi yang menarik adalah prakarsa pemerintah Kabupaten Garut yang dimulai pada tahun 2009: meminta setiap pengantin baru untuk menanam 10 pohon dan 50 pohon bagi pasangan yang bercerai.. Tidak cuma itu saja manfaat Reboisasi masih banyak lagi ,yaitu diantaranya : 

1.    Reboisasi ini dapat mengurangi GLOBAL WARMING
2.    Tanah longsor
3.    Banjir
4.    Untuk menjaga keseimbangan alam
5.    Untuk mencegah kerusakan hutan
6.    Dan untuk memulihkan kembali fungsi lahan atau hutan yang kritis, DLL.. 

Dan kita senantiasa akan lebih menyatu atau melindungi dan menjaga alam kita dengan sebaik mungkin,dengan diadakanya reboisasi ini..
Teman,,,marilah kita mulai bergerak dan menjadi warga negara yang aktif dan peduli terhadap lingkungan kita, khususnya dilingkungan sekitar tempat tinggal kita. HIJAUKAN LINGKUNGAN KITA, TENTRAMLAH PARU-PARU KITA!!!!!

Selasa, 29 Januari 2013

Manfaat Hutan Mangrove (Hutan Bakau)


          
       Indonesia memiliki hutan mangrove (hutan bakau) terluas di dunia. Luasnya mencapai ± 2,49 juta hektar dan tersebar di berbagai peesisir utara Pulau Jawa, di berbagai kawasan pesisir Kalimantan, pesisir barat Pulau Sulawesi dan pesisir Papua. Namun, semakin hari luasnya semakin berkurang. Dengan demikian hutan mangrove harus dilestarikan. Apa saja manfaat hutan mangrove?

      Hutan mangrove mempunyai fungsi ekologis dan sosial ekonomi sebagai berikut :
1.     Daun-daun yang berjatuhan di air merupakan sumber bahan organik.
2.    Hutan mangrove menjadi “rumah” bagi berbagai jenis satwa liar seperti : monyet, ular, kadal, buaya muara, burung, dan binatang lainnya.
3.    Hutan mangrove dapat menahan hantaman gelombang air laut untuk menahan abrasi pantai. Manfaat ini dapat dirasakan oleh penduduk yang memiliki rumah di pinggir pantai dan daerah-daerah pertambakan.
4.    Selain mencegah abrasi, akar-akar mangrove juga dapat menahan intrusi air laut terhadap air tawar (air permukaan dan air tanah)
5.    Hutan mangrove juga dapat menyerap CO2(karbon dioksida) lebih besar daripada tanaman lainnya.
6.    Lumpur di dasar hutan mangrove juga dapat menahan limbah cair atau padat yang biasa dibawa oleh air sungai sebelum masuk ke laut.
7.    Daun bakau (Rhyzopora) merupakan pakan ternak yang sangat baik untuk kambing, domba, sapi, dan kerbau.
8.    Hutan mangrove mempunyai nilai ekonomis untuk kegiatan wisata alam seperti memancing, bersampan, fotografi, dan kegiatan lainnya.
9.    Kayu bakau dapat dimanfaatkan untuk kayu bakar, bahan bangunan, bahan pembuat kertas, bahan pembuat tinta, bahan pembuat plastik, dan penyamakan kulit.